Contoh Kasus atau Masalah Jual Beli Online Shop + Tips Mencegahnya

Banyak sekali masalah atau contoh kasus penipuan yang terjadi ketika proses jual beli online shop terjadi saat anda membeli barang menggunakan media internet.Tetapi semuanya memiliki penyelesaian dan langkah-langkah untuk mencegahnya.

Masalah yang sering terjadi ketika berbelanja online shop atau transaksi jual beli ada banyak sekali baik itu penipuan ataupun permasalahan yang lainya.Dalam artikel saya kali ini,saya akan menjelaskanya untuk anda supaya ketika anda memutuskan untuk berbelanja via internet,anda bisa terhindar dari itu semua.


Kasus atau Masalah Jual Beli Online Shop










Jual Beli Online adalah sebuah transaksi antara pembeli dan penjual yang terjadi melalui media internet ( antara penjual dan pembeli tidak bertemu langsung ).Untuk sekarang ini,lebih dikenal dengan instilah belanja di online shop.

Dengan metode belanja seperti ini,jika di lihat dari effisiensi waktu dan tenaga memang sangat menguntungkan,karena baik penjual dan pembeli tidak perlu bersusah payah berjalan berkeliling atau membuka toko fisik.Tetapi dengan sistem seperti ini,RESIKO PENIPUAN sangat besar.

Contoh online shop yang paling terkenal dan sering sekali digunakan antara lain :

  • Bukalapak
  • Tokopedia
  • Lazada
  • Shopee
  • Bli-Bli

Bahkan media sosial seperti facebook ( FB ),instagram ( IG ) dan twitter tak luput dari para penjual onlen ini.


Cara kerja online shop itu bagaimana sih?

Untuk anda yang belum terlalu familiar dengan penggunaan metode belanja semacam ini,saya akan sedikit menjelaskan untuk anda,bagaimana cara kerjanya.

Alur atau prosesnya seperti ini :
  • Proses negosiasi antara penjua dan pembeli ( baik harga dan lainya )
  • Pembeli mentransfer uang ke penjual
  • Penjual mengirim barang
  • Pembeli menerima barang
  • Selesai

Kok hanya seperti itu? Bukanya ada " REKBER/Rekening Bersama kalau onlen shop? Diatas hanya ringkasan secara umum saja dan perlu anda ketahui bahwa TIDAK SEMUA TOKO ONLEN MENGGUNAKAN REKBER.

BACA :



Memang iya,kalau ada sistem rekbernya,maka proses transaksi bisa LEBIH AMAN,tetapi masih saja banyak kendala yang sering terjadi,antara lain :


1. Setelah Uang di Transfer,Penjual Kabur


Ini adalag masalah yang SANGAT SERING TERJADI.Setelah pembeli mentaransfer sejumlah uang,si penjualnya entah kemana,biasanya dengan memblokir akun pembeli bahkan menutup atau menonaktifkan akum mereka sendiri.

Kasus seperti ini terjadi 99% karena TIDAK ADANYA REKBER disana.Dan biasanya,media yang digunakan oleh para penipu memang media yang TIDAK ADA penyedia rekening bersamanya seperti Facebook,Instagram dan media sosial lainya.

Kenapa media sosial menjadi sasaran empuk para penipu online? Karena memang media sosial dirancang HANYA UNTUK KEGIATAN SOSIAL saja,tidak ada design atau rancangan untuk transaksi penjualan disana.


2. Barang/Produk yang Dikirim Tidak Sesuai


Selanjutnya dalah unit yang dikirmkan penjual tidak sesuai dengan kesepakatan atau deskripsi.Mungkin saja barangnya rusak,kurang,pecah ataupun yang lainya.

Tetapi ada point penting disini yang perlu anda ketahui bahwa : Kejadian seperti itu BUKAN 100% karena penjual ingin menipu anda.Namanya juga masusia,mungkinsaja penjual lupa atau ada kesalahan tehnis lainya.


3. Barang/Paketan Lama Sampai


Untuk point ini,anda perlu tahu jika anda banyak kemungkinan yang menjadi faktor atau penyebabnya,antara lain :
  • Penjual memang tidak mengirimkan barangnya
  • Jasa kurir pengirimanya sedang mengalami overload ( barang menumpuk terlalu banyak disana dan petugas kuwalahan mengurusnya )
  • Penulisan alamat yang TIDAK BENAR sehingga membuat jasa kurir kesulitan menemukan alamat rumah anda
  • Paket HILANG ditangan kurir ( sangat jarang terjadi )
  • Paketnya terselip atau tercecer di tumpukan yang lainya
  • Paket dikirim ke orang lain ( salah orang )

Dan mungkin kesalahan tekhnis yang lainya.


4. Tertipu Pihak Rekber


Waahh,untuk point ini penjelasanya sedikit menegangkan yaa hehe.Saya harapkan anda sudah membaca tentang penjelasan rekber di link yang saya berikan pada paragraf atas.

Rekber itu bisa dikatakan sebagai pihak ketiga,dimana yang namanya pihak ketiga tetap saja manusia dan tidak lepas dari kelalaian.Pernahkah anda mendengar KASUS BALCKPANDA yang merupakan jasa rekber tekenal di kaskus kala itu?

Jasa rekening bersama yang dikelola oleh " ROY WIDYA " itu tersandung kasus dimana uang para pembeli yang seharusnya menjadi hak penjual,tertahan dan tidak diberikan ke pihak penjual.

Untuk kasusnya sendiri saya tidak tau sekarang bagimana,intinya,walaupun jasa rekber merupakan media untuk " mengamankan transaksi ",tetapi berhubung yang mengelola PASTI MANUSIA,pasti juga banyak kekeliruanya.

Silahkan pelajari dengan baik maksud dari rekber sampai anda benar-benar faham karena ini adalah salah satu hal yang peling ditekuti oleh para penipu online.


5. Tertipu Pembeli


Lohh,pembeli nipu? maksudnya bagaimana?

Saya ingin sedikit bercerita pengalaman pribadi dari teman saya yang sesama pecinta HP jadoel atau handphone lawas.Ceritaya bermula ketika teman saya membuat sebuah lelang kecil untuk koleksi pribadinya dimana pemenang lelang adalah " si R " sebut saja begitu :).

Untungnya teman saya menggunakan jasa rek-ber admin group untuk transaksi ini.Sempat sedikit ragu katanya,karena pembeli malah tidak mau menggunakan jasa rek-ber ( masa pembeli ngak mau rekber,ungkap teman saya dalam hari ).

Tetapi pembeli akhirnya setuju dan transaksipun berlangsung.Setelah unit sampai di tangan pembeli,selang beberapa jam kemudian si R ini mengajukan komplain ke pihak Rek-Bernya dimana dia mengatakan bahwa unitnya rusak dan tidak menyala.

Berhubung teman saya tidak mau ambil pusing dan tidak mau membuat musuh,teman saya menyetujui untuk dilakukan RETURN/Pengembaian barang dimana uang pembeli ya dikembalikan ke pembeli.Alangkah terkejutnya teman saya ketika mendapati MESIN HPnya DIGANTI DENGAN MESIN BEKAS.

Sebenarnya,jika saat itu teman saya mau mengajukan komplain balik ke pihak rek-ber,mungkin si pembeli nakal ini malah akan di proses lebih lanjut,tetapi teman saya mengikhlaskanya saja.Hanya saja,si pembeli menjadi terget teman-teman jadoel saya sampai saat ini.


6. Laporan Palsu


Saya yakin anda pernah mendengar dan mungkin mengalami ini.Laporan yang saya maksudkan bukan laporan ke pihak berwajib yaa,melainkan laporan yang lainya.

Contoh laporan palsu yang sering terjadi di transaksi olshop antara lain :
  • Memberikan resi pengiriman palsu ( penjual memberikan foto resi seolah sudah mengirimkan barang,tetapi kenyataanya tidak )
  • Memberikan bukti transfer palsu ( pembeli memberikan foto bukti sudah melakukan transfer tetapi nyatanya itu hanya hasil edit photoshop saja )
  • Pembeli mengatakan barang belum diterima padahal sudah

Dan berbagai laporan lainya yang tidak bertanggung jawab.Sudah faham yaa?


Cara Mencegah Masalah atau Kasus Penipuan Online Shop


Setelah anda menetahui berbagai macam permasalahan yang sering terjadi,sekarang bagaimana atau apa saja langkah yang perlu anda lakukan supaya terhindar dari permasalahan diatas.

Untuk tips dan trik yang bisa anda lakukan adalah sebagai berikut :
  • Selalu gunakan media yang ada di internet dengan kredibilitas yang terpercaya ( jika anda terpaksa menggunakan media sosial yang lain,maka lakukan dengan hati-hati )
  • Jika anda memilih situs atau website onlenshop,maka pilihlah yang menyediakan jasa REKBER/rekening bersama
  • Selalu lihat backgroud atau testimoni dari penjual ( jangan bertransaksi jika penjualnya mencurigakan atau memiliki riwayat yang buruk )
  • Selalu menggunakan jasa REKBER entah dimanapun anda bertransaksi degan sistem onlen
  • Selalu tanyakan ke orang terdekat anda perihal apa yang akan anda lakukan dan mintalah saran terbaik dari mereka ( bertanya kepada yang tau,jangan orangyang tidak tau anda tanyai )
  • Selalu periksa keaslian laporan yang diberikan baik dari pembeli maupun penjual
  • Gunakan jasa expedisi yang terpercaya dan memiliki riwayat yang bagus

Dari berbagai hal diatas,sebenarya kunci dari transaksi menggunakan internet adalah KEHATI-HATIAN yang extra.Jangan pernah tergiur dengan iming-iming harga yang miring/murah dan segala bentung rayuan lainya.

Ingat yaa,karena transaksi ini tidak bertemu secara langsung,maka perhatikan semua hal dengan baik supaya uang atau produk anda tidak hilang sia-sia.


Cara Mengatasi Masalah dalam Jual Beli Online Shop


Pembahasan terahir adalah langkah untuk melaporkan atau menyelesaikan permasalahan diatas jika suatu waktu terjadi dan menimpa anda.


A. Jika anda mengalamai bentuk penipuan dimana anda sudah melakukan transfer kemudian penjual menghilang adalah :
  • Screenshoot semua percakapan anda dengan pelaku
  • Laporkan ke pihak berwajib
  • Cari identitas akun tersebut dengan bantuan orang yang ahli di bidangnya
  • Mintalah bantuan orang lain untuk melacak orang tersebut
  • Cobalah melacaknya menggunakan akun yang lain
  • Cobalah untuk " memancingnya " kembali degan menggunakan akun lain,karena biasanya pelaku akan mengulangi perbuatanya sampai mereka tertangkap dan jera
  • Mintalah surat rekomendasi dari pihak kepolisian untuk DITEMBUSKAN kepihak bank pelaku,supaya rekening pelaku dibekukan/diblokir
  • Mintalah surat dari kepolisian untuk diteruskan ke pihak bank untuk meminta alamat atau identitas lengkap pelaku ( karena jika anda tidak membawa surat dari kepolisisan,maka pihak bank TIDAK AKAN BERSEDIA memberikan informasi tersebut )

Jangan panik dulu,karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya.Jika anda tidak suka pusing,maka ikhlaskan saja ( tapi jangan deh,kasihan korban berikutnya ),lakukan segala cara supaya pelaku jera.


B. Jika barang yang anda terima ternyata rusak atau tidak sesuai deskripsi,maka anda bisa melakukan langkah berikut ini :
  • Cobalah menghubungi penjual untuk meminta pertanggung jawaban
  • Lakukan negosiasi komplain dengan baik
  • Jika negosiasi tidak berjalan lancar,anda bisa komplain ke pihak rekber yang anda gunakan
  • Carilah identitas atau alamat pelaku dengan berbagai cara ( bisa menggunakan akun palsu,atau menunggu moment yang tepat untuk menangkapnya )
  • Cobalah lakukan " share identitas pelaku  di berbagai media sosial,hal ini dilakukan dengan harapan pelaku mau bertanggung jawab atas perbuatanya


C. Paketan anda sangat lama sampainya melebihi batas waktu yang ditentukan? Cobalah lakukan hal berikut untuk mengatasinya :
  • Cobalah periksa nomer resi apakah valid atau tidak
  • Cobalah anda menghubungi kantor jasa kurir terdekat dan tanyakan kenapa hal itu terjadi
  • Mintalah penjual untuk membantu anda melakukan komplain ke pihak jasa expedisi pengiriman
  • Lakukan komplain dengan mengikuti prosedur yang berlaku

BACA :



D. Jika anda malah tertipu pihak rekbernya,anda bisa lakukan langkah ini untuk menyelesaikanya :
  • Carilah member lain yang mengalami hal serupa
  • Kumpulkan semua bukti yang anda ( baik dari anda atau korban lainya )
  • Laporkan ke pihak berwajib
  • Cari alamat identitas dengan menggunakan berbagai cara
  • Pancinglah menggunakan akun lainya kemudian lakukan transaksi model COD ( Cash On Delivery ) atau bertemu langsung


E. Kalau penipuan lainya seperti aporan palsu atau " pembeli nakal ",anda bisa melaporkanya ke pihak berwajib dengan membawa semua bukti atau memancingnya dengan akun lain.


Selalu berhati-hati ketika anda memutuskan untuk berbelanja menggunakan media internet yaa.Saran saya gunakan situs penjualan onlen yang sudah SANGAT TERPERCYA seperti bukalapak dan tokopedia.

BACA JUGA :




Demikian pembahasan tentang berbagai masalah atau kasus penipuan yang sering atau mungkin terjadi di jual beli online shop.Semoga bisa membantu anda.Terimakasih telah membaca,see uu.

2/07/2019 - tanpa komentar

0 komentar untuk Contoh Kasus atau Masalah Jual Beli Online Shop + Tips Mencegahnya.

Maaf baru bisa online kembali,silahkan berkomentar jika komentar anda belum terbalas beberapa waktu yang lalu ( saya akan membantu menjawabnya ).


Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar