Kalau kamu sedang bersiap mengikuti proses rekrutmen di jaringan ritel seperti Alfamidi, berarti kamu sudah selangkah lebih dekat dengan peluang kerja yang stabil dan menjanjikan. Tapi sebelum sampai ke tahap interview dan training, ada satu fase penting yang tidak boleh kamu anggap remeh, yaitu tes teknikal.
Banyak pelamar gagal bukan karena tidak mampu bekerja, tetapi karena kurang persiapan menghadapi tes. Padahal, dengan memahami pola dan contoh soal tes teknikal alfamidi, peluang kamu untuk lolos bisa meningkat drastis. Artikel ini akan membahas secara lengkap bocoran materi yang sering keluar, jenis soal yang perlu kamu kuasai, serta strategi agar kamu lebih percaya diri saat menghadapi seleksi.
Apa Itu Tes Teknikal Alfamidi
Tes teknikal adalah tahap seleksi yang mengukur kemampuan dasar kamu sesuai dengan posisi yang dilamar. Berbeda dengan psikotes yang fokus pada kepribadian dan logika umum, tes ini lebih mengarah pada keterampilan praktis dan pemahaman operasional toko ritel.
Biasanya tes ini diberikan untuk posisi seperti crew store, kasir, pramuniaga, hingga bagian gudang. Materinya berkaitan dengan perhitungan sederhana, pelayanan pelanggan, manajemen stok, dan pemahaman prosedur kerja di lingkungan ritel modern.
Tujuannya jelas. Perusahaan ingin memastikan kamu benar benar siap bekerja, bukan hanya sekadar lolos administrasi.
Kenapa Kamu Harus Serius Mempersiapkan Diri
Banyak pelamar berpikir bahwa bekerja di toko ritel tidak membutuhkan kemampuan khusus. Padahal kenyataannya, sistem operasional di toko seperti Alfamidi cukup terstruktur dan menuntut ketelitian tinggi.
Kesalahan kecil seperti salah hitung uang kembalian atau salah input stok bisa berdampak besar. Itulah kenapa tes teknikal dirancang untuk menyaring kandidat yang benar benar teliti, cepat, dan memahami prosedur kerja dasar.
Dengan mempelajari contoh soal tes teknikal alfamidi, kamu tidak hanya sekadar menghafal jawaban, tetapi juga memahami pola berpikir yang dibutuhkan saat bekerja nanti.
Materi yang Sering Keluar dalam Tes Teknikal
Supaya kamu punya gambaran jelas, berikut ini beberapa materi yang paling sering muncul saat rekrutmen.
Soal Perhitungan Dasar dan Transaksi Kasir
Bagian ini hampir selalu ada, terutama jika kamu melamar sebagai crew store atau kasir.
Contoh soal biasanya seperti ini.
Seorang pelanggan membeli 3 botol minuman dengan harga masing masing 7500 dan 2 snack dengan harga masing masing 5000. Jika pelanggan membayar dengan uang 50000, berapa kembalian yang harus diberikan.
Untuk menjawabnya kamu harus cepat menghitung total belanja.
3 x 7500 sama dengan 22500
2 x 5000 sama dengan 10000
Total belanja 32500
Uang dibayar 50000
Kembalian 17500
Soal terlihat sederhana, tetapi dalam tes kamu akan diberi batas waktu. Di sinilah ketelitian dan kecepatan kamu diuji.
Soal Stok Barang dan Gudang
Tes teknikal juga sering menguji pemahaman kamu tentang pengelolaan stok.
Contoh kasus.
Stok awal sabun di rak adalah 120 pcs. Terjual 35 pcs pada shift pagi dan 28 pcs pada shift siang. Berapa sisa stok yang harus dilaporkan.
120 dikurangi 35 menjadi 85
85 dikurangi 28 menjadi 57
Jawaban yang benar adalah 57 pcs.
Selain perhitungan, kadang ada soal berbentuk studi kasus tentang barang rusak, barang kedaluwarsa, atau selisih stok.
Soal Pelayanan Pelanggan
Bagian ini menguji sikap dan respons kamu terhadap situasi tertentu.
Contoh soal.
Seorang pelanggan marah karena harga di rak berbeda dengan harga di kasir. Apa yang harus kamu lakukan.
Pilihan jawaban biasanya meliputi.
Meminta pelanggan membayar sesuai harga kasir
Mengabaikan komplain pelanggan
Memanggil atasan dan mengecek ulang harga
Langsung menyalahkan pelanggan
Jawaban paling tepat adalah memanggil atasan dan mengecek ulang harga dengan sopan.
Dari sini terlihat bahwa perusahaan ingin tahu apakah kamu bisa bersikap profesional dan tetap tenang dalam tekanan.
Soal Prosedur Kerja dan SOP
Kamu juga mungkin menemukan soal tentang prosedur kerja dasar di toko ritel.
Misalnya.
Apa yang harus dilakukan sebelum membuka toko pada pagi hari.
Jawaban yang benar biasanya mencakup pengecekan kebersihan toko, memastikan mesin kasir berfungsi, menghitung saldo awal kas, dan briefing singkat dengan tim.
Soal seperti ini tidak selalu berbentuk hitungan, tetapi lebih ke pemahaman alur kerja.
Pola Soal yang Perlu Kamu Pahami
Kalau kamu sudah membaca beberapa contoh soal tes teknikal alfamidi, kamu akan melihat pola tertentu.
Pertama, soal cenderung praktis dan langsung ke inti masalah. Tidak bertele tele.
Kedua, sebagian besar soal berbasis situasi nyata yang mungkin kamu hadapi saat bekerja.
Ketiga, ada batas waktu yang membuat kamu harus berpikir cepat dan tepat.
Artinya, latihan bukan hanya soal memahami materi, tetapi juga membiasakan diri berpikir cepat tanpa panik.
Strategi Jitu Agar Lolos Tes Teknikal
Sekarang kamu sudah tahu gambaran materinya. Lalu bagaimana cara agar peluang lolos semakin besar.
Latih Perhitungan Tanpa Kalkulator
Biasakan menghitung cepat di kepala. Kamu bisa melatihnya dengan membuat simulasi belanja sendiri atau mengerjakan soal matematika dasar seperti penjumlahan dan pengurangan dalam jumlah besar.
Kemampuan ini akan sangat membantu saat menghadapi contoh soal tes teknikal alfamidi yang berkaitan dengan transaksi.
Pahami Konsep Pelayanan yang Baik
Coba bayangkan kamu sebagai pelanggan. Pelayanan seperti apa yang kamu harapkan.
Ramah, cepat, sopan, dan solutif.
Saat menjawab soal berbentuk studi kasus, gunakan pola pikir tersebut. Jangan hanya fokus pada aturan, tetapi juga pada kenyamanan pelanggan.
Pelajari Sistem Kerja Ritel
Kamu bisa mencari informasi tentang bagaimana sistem kerja toko ritel modern berjalan. Mulai dari penerimaan barang, penataan display, hingga pencatatan stok.
Semakin kamu paham alurnya, semakin mudah menjawab soal berbasis prosedur.
Jaga Fokus dan Manajemen Waktu
Dalam tes, waktu sering menjadi tantangan utama. Jangan terlalu lama terpaku pada satu soal. Jika menemui soal sulit, lewati dulu dan kerjakan yang lebih mudah.
Strategi ini sederhana tetapi sangat efektif.
Kesalahan Umum yang Harus Kamu Hindari
Banyak pelamar gagal bukan karena tidak tahu jawaban, tetapi karena melakukan kesalahan sepele.
Pertama, kurang teliti membaca soal. Kadang angka atau detail kecil terlewat.
Kedua, panik saat waktu hampir habis. Kepanikan justru membuat kamu salah hitung.
Ketiga, menjawab soal pelayanan dengan emosi, bukan profesionalisme.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, peluang kamu untuk lolos akan jauh lebih besar.
Simulasi Latihan Tambahan untuk Kamu
Agar persiapan kamu semakin matang, berikut satu contoh tambahan.
Sebuah produk mendapat diskon 10 persen dari harga 20000. Berapa harga setelah diskon.
10 persen dari 20000 adalah 2000
Harga setelah diskon menjadi 18000
Soal diskon seperti ini juga cukup sering muncul karena berkaitan langsung dengan transaksi di toko.
Dengan rutin berlatih soal seperti ini, kamu akan semakin terbiasa dan tidak kaget saat hari tes tiba.
Penutup
Menghadapi seleksi kerja memang bisa membuat kamu tegang. Tetapi dengan persiapan yang matang, rasa tegang itu bisa berubah menjadi percaya diri. Memahami pola dan contoh soal tes teknikal alfamidi akan membantu kamu mengetahui apa yang diharapkan perusahaan dari seorang kandidat. Sekarang giliran kamu untuk mulai latihan.


Posting Komentar