5 Tips Memilih BKK atau Yayasan Penyalur Kerja

Tips memilih BKK sekolah atau yayasan penyalur kerja sangat penting untuk anda ketahui supaya anda terhindar dari penipuan.Akan sangat sia-sia jika uang anda hilang untuk melakukan pendaftaran tetapi tidak ada kelanjutan prosesnya sama sekali.

Cara memilih BKK atau yayasan penyalur pekerjaan yang asli aman terpercaya ini saya tuliskan berdasarkan pengalaman pribadi.Semoga bisa membantu anda dalam menentukan pilihanya nanti.



Memilih BKK serta Yayasan Penyalur Kerja



tips untuk memilih bkk atau yayasan yang aman dan terpercaya




BKK dan yayasan merupakan lembaga serupa tapi tak sama yang keduanya bertujuan untuk menyalurkan para pencari pekerjaan ke perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja.

Perbedaanya adalah jika BKK merupakan lembaga milik sekolah sedangkan yayasan adalah lembaga milih swasta/pribadi.Intinya untuk cari loker dan jika ada yang cocok bisa adu nasib disana.


BKK serta Yayasan TIDAK SEMUANYA ASLI

Perlu anda ketahui,dalam prakteknya di lapangan,ternyata masih ada saja beberapa oknum yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan.

Lowongan pekerjaan yang tidak sebanding dengn banyaknya pencari kerja dijadikan alat para oknum untuk mendapatkan keuntungan.

Kalau anda tidak jeli memilihnya,maka anda akan termakan para oknum tidak bertanggung jawab tersebut.


Sudah bayar,uang hilang percuma

Ini yang paling sering terjadi.Memang hampir sebagian besar para penyalur pekerjaan menggunakan sistem bayar pendaftaran ketika anda ingin melamar pekerjaan melalui mereka.

Sebenarnya itu tidak masalah,karena mereka juga butuh dana untuk keberlangsungan lembaga mereka.

Yang jadi masalah itu,anda bayar di tempat yang benar atau tidak.

Kalau salah tempat,uang pendaftaran anda akan hilang sia-sia.Tidak ada proses selanjutnya bagaimana.

Supaya tidak tertipu BKK atau yayasan penyalur kerja bagaimana?


1. Pilih yang memiliki reputasi bagus


Langkah pertama adalah dengan melihat bagaimana reputasi dari lembaga tersebut.Caranya sederhana :

Silahkan tanya ke teman/tetangga/media sosial ( fb,ig,twiter ) tentang lembaga atau tempat yang ingin anda pilih.

Jika memang asli,sudah pasti sebelumnya banyak lulusan atau orang yang berhasil kerja menggunakan lembaga tersebut.

Pilih yang jangka waktunya paling dekat,misalnya beberapa minggu atau beberapa bulan yang lalu ada yang lulus ke perusahaan menggunakan lembaga itu.Jangan yang terlalu lama.


2. Pilih yang lowongan kerjanya jelas


Yang selanjutnya adalah : Pilihlah yang buka loker dengan jelas.

Loker yang jelas itu bagaimana? Loker yang jelas,akan menyebutkan NAMA PERUSAHAAN tanpa embel-embel lain.

Contohnya jika ada loker di PT Toyota,maka lembaga itu akan langsung menyebutkan nama perusahaanya ( ada lowongan di PT toyota ) bukan dengan embel-embel : Ada loker di perusahaan otomotif/prusahaan makanan dan yang lainya.

Dengan berani memberikan kejelasan,paling tidak anda sudah memiliki satu point yang kuat untuk memilihnya.

Anda juga bisa menanyakan langsung ke PT yang bersangkutan apakah buka loker via lambaga itu atau tidak.


3. Pilihlah yang langsung tes seleksi ( bukan member )


Kemudian,sebisa mungkin anda mengikuti sebuah BKK/YAYASAN ketika benar-benar akan melangsungkan proses seleksi,tidak member dulu.

Member adalah : Anda bayar kemudian disuruh menunggu.Jika ada info anda akan di SMS/TELFON.

Usahakan hindari yang model seperti ini.

Begitu pihak lembaga meminta uang pendaftaran,usahakan mereka sudah siap melaksanakan tes seleksi.Kalau cuma member,silahkan cari lembaga yang lain.


4. Pertimbangkan jumlah pendaftar dengan kuota yang dibutuhkan


Point yang bisa dibilang sedikit dramatis kalau menurut saya,kenapa?

Terkadang,jumlah yang daftar itu JAUH melebihi kuota yang dibutuhkan.Kuota hanya 100 tapi yang mendaftarkan diri bisa RIBUAN dan ini NYATA terjadi.

Bahkan saya sendiri pernah mengalaminya ketika mendaftar di salah satu perusahaan anak ASTRA group.

Tahukah anda yang membuat ini menjadi sedikit dramatis?

Sudah tau banyak yang mendaftar,masih saja banyak yang mengajukan diri.Bisa dibilang ingin mengadu nasib.Sedikit membuat trenyuh kalau melihat pemandanganya langsung.

Bagi anda yang siap mental ( siap rugi uang pendaftaran ) hal ini silahkan saja dan sah-sah saja.Tapi untuk anda yang tidak kuat mental atau bahkan tidak mau rugi banyak,urungkan niat anda jika memang seperti ini kenyataan dilapangan nantinya.


4. Jangan terbawa emosi


Ketika anda menganggur,pasti didalam hati anda berkata ( dimana saja,gimanapun caranya ) anda harus bisa dapat kerjaan.

Dan ketika seseorang sudah " kalap " begitu,dimanapun tempatnya biasanya main hajar saja.

Hati-hati yaa,walaupun anda sedang dalam posisi sulit,fikiran jernih harus tetap berjalan dan tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan.

Tetap pertimbangkan banyak hal jika ingin memilih lembaga penyalur kerjaan supaya anda tidak terkena kasus penipuan.


5. Persiapkan diri dengan baik


Yang terahir,silahkan catat ini baik-baik : Didalam sebuah BKK atau YAYASAN sudah pasti SAINGAN ANDA AKAN SANGAT BANYAK.

Ketika anda sudah mengerti bagaimana cara memilih sebuah lembaga penyalur kerja yang terpercaya,jangan lupakan bahwa anda juga harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Khususnya perihal kemampuan menghadapi tes psikotes,wawancara atau sejenisnya.

Akan sedikit percuma jika anda mendapatkan tempat yang bagus tapi kemampuan anda masih dibawah rata-rata.Ujung-ujungnya anda akan kalah saing juga dan uang pendaftaran anda akan lenyap nantinya.

Anda bisa memperlajarinya si artikel-artikel yang sudah saya tuliskan.Disana banyak menjelaskan bagaimana langkah menghadapi berbagai macam tes seleksi pekerjaan.


BACA :




Demikian penjelasan lengkap bagaimana cara memilih BKK sekolah atau YAYASAN penyalur kerja yang aman dan terpercaya.Semoga membantu,see uu.

7/08/2020 - tanpa komentar

Related Posts

0 komentar untuk 5 Tips Memilih BKK atau Yayasan Penyalur Kerja.

Maaf baru bisa online kembali,silahkan berkomentar jika komentar anda belum terbalas beberapa waktu yang lalu ( saya akan membantu menjawabnya ).


Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar